Jakarta, Intra62.com – Nilai penjualan hewan kurban secara keseluruhan, industri ternak mendapatkan banyak manfaat dari Idul Adha. Terutama karena berfungsi sebagai katalisator ekonomi yang meningkatkan pendapatan peternak kecil.
Sebagaimana diproyeksikan oleh Institute for Development of Economics and Finance (Indef), industri peternakan . Dan perputaran ekonomi peternak kecil akan sangat terpengaruh oleh transaksi hewan kurban. Yaitu yang diperkirakan mencapai Rp26 triliun pada Idul Adha 2026.
Baca Juga : Pendidikan Harus Diperkuat Untuk Pembangunan Negara
Direktur Eksekutif Indef Esther Sri Astuti mengatakan bahwa hingga 2026, penjualan kurban (sapi dan kambing) di negara ini diproyeksikan mencapai sekitar Rp26 triliun. Hal ini menunjukkan besarnya perputaran ekonomi dari bisnis ini di berbagai wilayah.
Sementara itu, total transaksi atau penjualan hewan di seluruh Indonesia diperkirakan mencapai Rp27,1 triliun pada tahun 2025, turun dari Rp28,3 triliun pada tahun 2024. Pada tahun 2026, juga diperkirakan akan mencapai sekitar Rp26 triliun.
Momentum Idul Adha masih memainkan peran penting dalam mempertahankan operasi peternak rakyat dan ekosistem industri ternak nasional.
Baca Juga : Pandangan Ketum AWDI : Presiden Gunakan APBN Bantu Hewan Kurban Bukti Negara Peduli Rakyat
Tidak hanya peternak yang merasakan dampak ekonomi Idul Adha, tetapi juga bisnis lain dalam rantai pasokan. Seperti penjual pakan, layanan transportasi, dan platform online yang menjual hewan kurban.
Perputaran rantai pasokan dan adopsi digitalisasi dalam tata niaga peternakan dipercepat oleh peristiwa ini, yang memicu efek berganda atau efek multiplier.
