Jakarta, Intra62.com –
Menurut PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta, fasilitas stop kontak di dalam kereta hanya menerima perangkat berdaya rendah seperti telepon, tablet, laptop, dan perangkat lainnya.
Di Jakarta, Jumat, Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta Franoto Wibowo menyatakan bahwa daya listrik di dalam kereta diprioritaskan untuk menunjang fasilitas utama, seperti AC, penerangan, sistem pintu otomatis, serta perangkat informasi penumpang. Tidak tersedia kapasitas tambahan untuk penggunaan alat listrik berdaya besar.
Dia menjelaskan bahwa beberapa perangkat, seperti penanak nasi dan pengering rambut, menggunakan banyak listrik dan dapat menyebabkan overload.
Jika terjadi overload, sistem kelistrikan dapat mengalami gangguan atau trip, mengganggu fasilitas penting dan mengganggu kenyamanan dan keselamatan perjalanan.
Franoto menyatakan bahwa penggunaan alat listrik yang tidak sesuai juga dapat menyebabkan panas berlebih pada instalasi, korsleting, risiko kebakaran, dan asap di ruang tertutup yang mengganggu penumpang lainnya.
Penggunaan peralatan listrik berdaya tinggi untuk memasak di dalam kereta menjadi sangat penting setelah peristiwa yang menjadi viral di media sosial.
Franoto menganggap tindakan tersebut sebagai jenis penyalahgunaan fasilitas yang dapat membahayakan keselamatan perjalanan.
Franoto menegaskan, “Kami menegaskan bahwa setiap fasilitas di stasiun maupun di dalam kereta merupakan bagian dari sistem pelayanan yang harus diperhatikan secara bersamaan. Penyalahgunaan fasilitas tidak hanya melanggar aturan, tetapi juga dapat membahayakan keselamatan seluruh pelanggan.”
Selain di dalam kereta, KAI juga menawarkan fasilitas pengisian daya di area stasiun. Beberapa stasiun juga memiliki tempat kerja kolaboratif, membuat penumpang dapat bekerja dengan lebih nyaman sebelum keberangkatan.
Franoto berharap semua penumpang lebih memahami pentingnya menjaga fasilitas publik dan menghindari tindakan yang dapat mengganggu operasional dan keselamatan perjalanan kereta api.
Baca Juga : Kemampuan Kognitif anak Terkait Dengan Asupan Gizi dan Anemia.
Baca Juga : Rokok Tanpa Cukai Semarak Beredar” Kok Bisa” Dimana Aparat ?
(Red).
