• Wed. Jun 3rd, 2026

Pengamat Kapasitas Polisi Mengungkap Pelaku Penyiraman Air Keras.

ByBunga Lestari

Mar 17, 2026

Jakarta, Intra62.com –

Robi Sugara, pengamat keamanan dan terorisme dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, berpendapat bahwa kepolisian dapat menemukan pelaku penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus, aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS).

Robi mengatakan dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, “Dengan kapasitas dan kapabilitas yang dimiliki, polisi seharusnya bisa segera mengungkap pelaku kasus ini.”

Dia berpendapat bahwa pengungkapan kasus tidak boleh berhenti pada pelaku lapangan; itu harus mencakup pihak yang diduga bertanggung jawab intelektual atas tindakan tersebut.

Menurutnya, polisi harus menangkap pelaku dan membongkar jaringan di baliknya segera, bukan hanya operator lapangan.

Robi melihat bahwa penyiraman air keras sengaja digunakan untuk menimbulkan efek teror yang bertahan lama karena meninggalkan luka pada korban yang abadi.

Dia menambahkan, “Cara ini menciptakan trauma jangka panjang karena meninggalkan bekas fisik yang permanen, dan dalam banyak kasus, dampaknya bisa lebih kejam.”

Ia mengingatkan bahwa jika informasi tentang peristiwa tersebut tidak diungkapkan dengan cepat, itu dapat menyebabkan keresahan publik. Dia menyatakan bahwa masyarakat mungkin percaya bahwa orang yang kritis lebih mungkin menjadi sasaran kekerasan.

Selain itu, Robi berpendapat bahwa keterlambatan pengungkapan kasus juga berisiko menimbulkan spekulasi yang dapat merugikan pemerintah dan mengancam keamanan nasional.

Dia mengatakan, “Masyarakat dapat melakukan spekulasi sendiri di media sosial jika tidak ada informasi resmi yang jelas. Hal itu berpotensi memunculkan opini liar yang justru memperkeruh situasi.”

Selain itu, ia mengingatkan publik agar tidak terlalu tergesa-gesa untuk membuat kesimpulan tentang siapa yang sebenarnya bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Robi mengatakan, “Jangan sampai publik menuduh seseorang, misalnya militer, hanya karena tidak menyukai kritik.”

Robi menyarankan dua tindakan taktik yang dapat diambil oleh polisi untuk mendukung pengungkapan kasus. Pertama, membuat peraturan yang lebih ketat untuk mengawasi penyebaran bahan kimia berbahaya seperti air keras.

Kedua, untuk mempertahankan kepercayaan masyarakat, polisi harus menyampaikan perkembangan penyelidikan secara teratur dan terbuka kepada publik.

Ia menyatakan bahwa tindakan ini sangat penting untuk memastikan penegakan hukum berfungsi dengan baik dan mencegah kekerasan serupa terjadi di masa mendatang.

Baca Juga :DPR meminta Polisi untuk Mengusut orang yang Melakukan Penyiraman air Keras ke Andrie Yunus.

Baca Juga : Polisi Kalsel Mengirim 617 Pemudik Gratis Pulang Kampung.

(Red).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/bonus-new-member/

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/

https://paudlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/