• Sat. Apr 18th, 2026

Seiring Dengan “wait and see” Menjelang Keputusan Suku Bunga Federal Reserve, Rupiah Terus Menguat.

ByBunga Lestari

Mar 17, 2026

Jakarta, Intra62.com – Pada pembukaan perdagangan di Jakarta, Selasa pagi, nilai tukar rupiah terus menguat naik 29 poin, atau 0,17 persen, menjadi Rp16.968 per dolar AS. Ini adalah peningkatan dari penutupan sebelumnya, yang tercatat pada Rp16.997 per dolar AS.

Muhammad Amru Syifa dari Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) menyatakan bahwa sikap pelaku pasar yang menunggu keputusan kebijakan moneter global menyebabkan rupiah bergerak dinamis.

Selasa, nilai tukar rupiah terus menguat pada perdagangan hari ini diperkirakan akan bergerak dinamis dengan kecenderungan stabil hingga menguat terbatas, seiring sikap wait and see pelaku pasar menjelang keputusan kebijakan moneter global.

Dengan penggerak utama dari faktor eksternal, pergerakan rupiah diperkirakan berada di kisaran Rp16.900–Rp17.020.

Sementara potensi apresiasi lanjutan masih terbatas, penguatan pada awal sesi menunjukkan dorongan sementara.

 

Pelaku pasar menyatakan bahwa perhatian mereka tertuju pada kebijakan suku bunga Federal Reserve. “Apabila The Fed kembali menegaskan kebijakan suku bunga tinggi dalam jangka waktu lebih lama, maka dolar AS berpeluang melanjutkan penguatannya dan memberi tekanan pada mata uang emerging market, termasuk rupiah,” katanya.

Sebaliknya, kenaikan imbal hasil obligasi di seluruh dunia dapat membuat aset dolar lebih menarik dan mendorong arus keluar modal.

Dari sudut pandang global, peningkatan ketegangan geopolitik di Timur Tengah masih dianggap sebagai dampak signifikan. Ini terutama karena hal itu mendorong kenaikan biaya energi.

Namun, dari sudut pandang domestik, fundamental ekonomi Indonesia cukup stabil, didukung oleh inflasi yang terkendali dan stabilitas sistem keuangan yang terjaga. Upaya stabilisasi Bank Indonesia juga berkontribusi besar dalam mengurangi ketidakpastian nilai rupiah.

“Bank Indonesia diperkirakan akan kembali menahan suku bunga acuan BI-Rate di level 4,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) hari ini. Kebijakan ini mencerminkan komitmen bank sentral untuk menjaga stabilitas nilai tukar sekaligus memastikan inflasi tetap berada di target 2,5 persen pada periode 2026–2027, di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi,” kata Amru.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/bonus-new-member/

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/

https://paudlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/