Jakarta, Intra62.com – Pada hari Kamis, tim pencarian dan pertolongan (SAR) gabungan terus mencari korban longsor di Desa Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Mereka berkonsentrasi pada wilayah A1, A2, dan B2.
Di Bandung, Kamis, Yudhi Bramantyo N, Direktur Operasi Basarnas, menyatakan bahwa pada hari keenam operasi pencarian, tim masih melanjutkan pencarian dengan mempertimbangkan kemungkinan hujan, kabut, dan longsor susulan yang dapat membahayakan keselamatan personel.
Seperti hari sebelumnya, kami melanjutkan pencarian kami pada hari keenam. Dia mengatakan bahwa masalah utama adalah kondisi cuaca. Ada sedikit cerah, lalu kembali gelap dan hujan.
Ia mengatakan bahwa selain melakukan pencarian secara manual, tim SAR juga menggunakan anjing pelacak K-9 untuk menemukan korban yang diduga masih tertimbun material longsor, terutama di lokasi yang memiliki risiko tinggi.
Akibat cuaca ekstrim, upaya pencarian pada hari sebelumnya gagal sepenuhnya, kata Yudhi. Namun, pihaknya berharap kondisi lapangan hari ini memungkinkan hasil evakuasi lebih baik dibandingkan hari sebelumnya.
Selama operasi tersebut, SAR gabungan mengerahkan sedikitnya 17 unit alat berat, dan mereka terus berusaha untuk mendapatkan lebih banyak alat berat berkapasitas besar untuk mempercepat proses pencarian dan evakuasi di lokasi yang terkena dampak.
Sehingga Rabu (28/1) pukul 22.00 WIB, sebanyak 53 kantung jenazah telah diserahkan kepada tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri, dengan 41 di antaranya telah berhasil diidentifikasi.
Sementara itu, Agung, Ketua Regu Basarnas Sektor Officer A1, mengatakan pencarian masih dilakukan meskipun cuaca gerimis.
Pagi ini kami melakukan pencarian area dengan personel Basarnas dan anjing pelacak K-9. Kami telah melakukan penyisiran untuk sektor A1, tetapi tidak ada hasil. Dia menyatakan bahwa pada hari keenam ini, fokus kami akan bergeser ke sektor B1, tepatnya di area Lidah Mahkota bagian bawah.
Agung juga menyatakan bahwa Basarnas telah memetakan seluruh wilayah pencarian dan menilai kemungkinan keberadaan korban di setiap lokasi.
(Red).
