Jakarta, Intra62.com – Hans Kwee, seorang ekonom keuangan dan praktisi pasar modal, mengevaluasi tekanan yang terjadi pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Kamis ini sebagai akibat dari panik penjualan pelaku pasar setelah pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) tentang penangguhan rebalancing indeks saham-saham Indonesia.
Ia memperkirakan bahwa perasaan buruk ini hanya akan berlangsung sementara, dan setidaknya pada pekan depan, IHSG akan pulih, atau kembali menguat.
“Pasar masih dalam kepanikan karena MSCI”, Ujar Hans.
Selain itu, Hans menyatakan bahwa proyeksi Goldman Sachs membuat pelaku pasar khawatir tentang arus dana keluar (capital outflow) yang dapat mencapai 2,2 hingga 7,8 miliar dolar AS.
Hans mengantisipasi bahwa tekanan yang dialami IHSG hanya akan bersifat sementara, dan dia memperkirakan bahwa IHSG akan pulih setidaknya pekan depan.
Hal ini bersifat jangka pendek. Kami pikir pasar saham akan kembali normal akhir pekan atau minggu depan, tapi mungkin indeks kita tidak akan naik terlalu tinggi lagi. Hans menyatakan bahwa menunggu hasil akhir MSCI cenderung sideways.
Di tengah koreksi IHSG saat ini, Hans merekomendasikan pelaku pasar untuk melakukan aksi beli (net buy), serta melakukan akumulasi secara bertahap terhadap saham-saham berfundamental bagus.
“Investor jangka menegah dan panjang bisa lakukan beli waktu melemah, dan lakukan akumulasi bertahap terhadap saham-saham Big Cap dengan fundamental bagus ketika pasar terkoreksi akibat kepanikan,” ujar Hans.
Setelah penurunan IHSG sebesar 8 persen, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menghentikan sistem perdagangan sementara pada perdagangan hari ini pada pukul 09.26 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS).
IHSG melemah 8,00 persen, atau 665,89 poin, ke posisi 7.654,66 selama sesi pertama perdagangan Kamis pukul 09.26 WIB di Jakarta. Perdagangan berlanjut tanpa perubahan jadwal perdagangan pukul 09.56 waktu JATS.
Baca Juga : Seskab Menerima Mensos yang Membahas Kerja Sama Antara Sekolah Rakyat dan Universitas.
Baca Juga : Renovasi Dua Sekolah Di Aceh Oleh Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak.
(Red).
