Jakarta, Intra62.com – Pada pembukaan perdagangan di Jakarta, Jumat, nilai tukar rupiah bergerak naik 49 poin, atau 0,29 persen, menjadi Rp16.847 per dolar AS, dari sebelumnya Rp16.896 per dolar AS.
Ariston Tjendra, Presiden Direktur PT Doo Financial Futures, mengatakan penguatan kurs rupiah diikuti oleh pernyataan Presiden AS Donald Trump bahwa dia tidak akan melakukan serangan militer ke Greenland.
Dia mengatakan, “Indeks saham Asia kelihatan positif pagi ini, dan indeks saham Amerika Serikat (AS) juga kelihatan positif semalam. Beberapa nilai tukar emerging market juga kelihatan menguat terhadap dolar AS.”
Trump menolak penggunaan kekuatan militer untuk mengambil alih Greenland, yang merupakan wilayah Arktik yang hampir otonom, menurut Kyodo-OANA.
Selain itu, Presiden AS mencabut ancaman untuk mengenakan tarif sebesar 10% terhadap barang-barang dari delapan negara Eropa mulai Februari, setelah negara-negara tersebut menolak rencana Trump untuk mengambil alih Greenland dari Denmark.
Meskipun ucapan Trump mendorong sejumlah mata uang, perkiraan penguatan rupiah hanya akan berada di antara Rp16.780 dan Rp16.800 per dolar AS.
Aris menyatakan bahwa kebijakan moneter Bank Indonesia yang tidak konsisten, stimulus besar-besaran yang diberikan pemerintah kepada perekonomian, dan situasi bencana yang berpotensi meredam pertumbuhan ekonomi semuanya meningkatkan tekanan terhadap rupiah.
Keputusan Bank Indonesia untuk mempertahankan suku bunga acuan, atau BI-Rate, pada level 4,75%, dianggap sewajarnya harus dilakukan.
Dia menyatakan bahwa bank sentral Indonesia mungkin tidak kuat untuk menahan pelemahan rupiah jika Bank Indonesia memangkas suku bunga lagi atau memberi indikasi pelonggaran terus menerus.
Baca Juga : Diputuskan Trump dan NATO Tidak Diketahui Oleh PM Greenland.
Baca Juga : Uni Eropa Akan Gelar Rapat Darurat Setelah Trump Mengancam Tarif Greenland.
(Red).
