Jakarta, Intra62.com – Setelah bencana banjir dan longsor, kondisi pembelajaran di 52 kabupaten/kota di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat dilaporkan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti.
Pada hari Senin, ia menyampaikan laporan kondisi pembelajaran dalam Rapat Kerja bersama Komisi X DPR RI di Jakarta.
Mu’ti mengatakan, “Dari sisi kebijakan pembelajaran, kami melaporkan bahwa pembelajaran mengalami gangguan dengan komposisi yang berbeda di 52 kabupaten-kota terdampak.”
Di Provinsi Aceh, sebanyak 15 kabupaten/kota masih belum dapat memulai pendidikan, sementara tiga wilayah lainnya sudah memulai pendidikan secara bertahap.
Kemudian, Mu’ti menyatakan bahwa dua wilayah di Provinsi Sumatra Utara belum dapat memulai pembelajaran, dan dua wilayah lainnya baru dapat memulai sebagian.
Dia menyatakan bahwa sebagian besar wilayah Provinsi Sumatra Barat sudah dapat memulai pembelajaran. Namun, ada 93 sekolah di Kabupaten Agam yang masih berkonsentrasi pada pemulihan pascabencana hingga 22 Desember 2025.
Oleh karena itu, mulai 8 Desember 2025, dia telah menetapkan pembelajaran darurat dengan berbagai cara.
Siswa dapat ditempatkan ke sekolah sekitar yang tidak terdampak, membuat ruang kelas sementara, membuat jadwal pembelajaran yang fleksibel, dan menggunakan modul pembelajaran kedaruratan.
Selain itu, ia menyatakan bahwa relawan pendidikan dan guru terus mendampingi proses pendidikan di tenda darurat.
Mu’ti meminta pemerintah daerah di tiga wilayah tersebut untuk menyesuaikan jadwal UAS untuk situasi pascabencana.
(Red).
