• Sun. May 24th, 2026

Inilah Negara Royal Pemberi Utang Terbesar di Indonesia , Bukan China dan AS

ByAF

Jul 16, 2024
Inilah Negara Royal Pemberi Utang Terbesar di Indonesia , Bukan China dan AS

Jakarta ,Intra62.com .  Inilah Negara Royal Pemberi Utang Terbesar di Indonesia , Bukan China dan AS .  Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia tumbuh 1,8% pada Mei 2024 menjadi US$ 407,3 miliar, atau Rp6,57 kuardriliun. Swasta dan sektor publik, termasuk bank sentral dan pemerintah, berkontribusi pada peningkatan ini.

Peningkatan aliran masuk modal asing pada Surat Berharga Negara (SBN) internasional dan domestik. Bersama dengan sentimen positif kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian Indonesia, merupakan faktor utama yang mendorong pertumbuhan ULN tersebut.

Sementara itu, ULN swasta tercatat secara tahunan sebesar US$ 197,6 miliar atau setara dengan Rp3,18 kuardriliun, mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 0,4% (yoy).

Melanjutkan kontraksi sebesar 2,8% (yoy) pada April 2024. Pertumbuhan ULN lembaga keuangan (financial corporations) terutama terkontraksi sebesar 2,6% (yoy), dan ULN perusahaan bukan keuangan (non-financial corporations) tumbuh sebesar 0,1% (yoy).

Industri pengolahan; jasa keuangan dan asuransi; pengadaan listrik dan gas; dan pertambangan dan penggalian menyumbang 78,9% dari ULN swasta secara keseluruhan.

ULN jangka panjang masih menjadi yang terbesar, dengan 76,1% dari total ULN swasta.

Rasio ULN Indonesia terhadap PDB tercatat sebesar 29,8%. ULN jangka panjang menyumbang paling banyak, mencapai 85,9% dari ULN total.

Baca juga : Holding PTPN III Membayar Utang 18 Triliyun  rupiah, dengan sisa 30 Triliyun  rupiah.

Selanjutnya, dominasi ULN Indonesia dengan peminjam pemerintah dan bank sentral sebesar 51,49% (US$209,75 miliar) . Dan peminjam swasta, termasuk lembaga keuangan bank dan lembaga keuangan bukan bank, menyumbang 48,51% (US$197,58 miliar). Dominasi ini berlangsung selama tujuh bulan berturut-turut.

Selain itu, utang luar negeri (ULN) Indonesia menurut kreditor tumbuh 1,01% menjadi US$201,93 miliar atau sekitar Rp3,26 kuardriliun pada Mei 2024, naik 0,39% secara tahunan (yoy).

Singapura adalah kreditor utang terbesar, dan AS adalah kreditor utang kedua.

(redx)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/bonus-new-member/

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/

https://paudlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/