• Sun. May 24th, 2026

Aktivitas Gunung Semeru dimulai dengan Gempa letusan di Lumajang , Sambut Presiden RI yang baru ?

ByAF

Jul 5, 2024
Aktivitas Gunung Semeru dimulai dengan Gempa letusan di Lumajang , Sambut Presiden RI yang baru ?

Lumajang  ,Intra62.com . Aktivitas Gunung Semeru dimulai dengan Gempa letusan .  Gunung Semeru, yang memiliki ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, terus mengalami gempa letusan.

Di Lumajang, Jumat, Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Mukdas Sofian, menyatakan bahwa selama pengamatan kegempaan pada Kamis (4/7) pukul 00.00-24.00 WIB.  Gunung Semeru tercatat mengalami 159 kali gempa letusan/erupsi dengan amplitudo 10-22 mm, dan lama gempa 55-132 detik.

Gunung tersebut, yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, mengalami 12 kali gempa guguran . Dengan amplitudo 2-8 mm dan lama gempa 32-78 detik.

Selain itu, dia mencatat 12 gempa hembusan dengan amplitudo 3-8 mm . Dan waktu gempa 28-74 detik, serta enam gempa tektonik jauh dengan amplitudo 16-40 mm.

Karena hujan deras yang mengguyur puncak gunung tertinggi di Pulau Jawa, gempa getaran banjir juga terekam di Gunung Semeru . Dengan amplitudo 10 mm dan lama gempa 2.026 detik.

Menurut Hendra Gunawan, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) . Petugas melakukan evaluasi aktivitas Gunung Semeru secara bertahap.

Dia menyatakan bahwa tingkat aktivitas Gunung Semeru akan tetap pada level III atau siaga. Sesuai dengan rekomendasi yang disesuaikan dengan ancaman bahaya terbaru. Dengan berdasarkan hasil analisis dan evaluasi yang dilakukan secara menyeluruh hingga 30 Juni 2024.

Baca juga : DPP AWDI Soroti Aktivitas Tambang Galian C Membahayakan Penduduk , di Gunung kidul lagi ?

Ia menyatakan bahwa pihaknya menyarankan agar orang-orang tidak melakukan apapun di wilayah tenggara Besuk Kobokan, yang berjarak 13 kilometer dari pusat erupsi.

Dia kemudian menyatakan bahwa masyarakat diminta untuk tidak melakukan aktivitas . Di luar jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di Besuk Kobokan. Ini karena awan panas dan aliran lahar dapat muncul hingga 17 km dari puncak.

Orang-orang kemudian dilarang melakukan apa pun dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak Gunung Api Semeru.  Karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar.

(redx )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/bonus-new-member/

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/

https://paudlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/