Jakarta , Intra62.com . Balham Wadja SH ingatkan KPU Jangan sampai ” Kecurangan ” Menjadi Legitimasi Tujuan Pilpres . Hal ini diungkapkan sekjend Asosiasi Wartawan Demokrasi Indonesia ( AWDI) Balham wadja SH dalam editorial Intra62.com , Rabu ( 03/01/24 ) .
Ini sangat berbahaya dalam demokrasi ,apabila kecurangan dalam pemilihan presiden menjadi kebanggaan KPU . Perlu di ingat menghalalkan segala acara agar menjadi pemenang adalah ciri komunis . Dimana kecurangan menjadi primadona di abad digital.
Siapa Capres Cawapres Pantas untuk Memimpin Bangsa Indonesia . Inilah pertanyaan yang sering dilontarkan oleh masyarakat Indonesia . Masyarakat menghendaki pemilu yang fair dan obyektif . Nampaknya harapan masyarakat menjadi melemah seiring dengan turunnya kepercayaan terhadap Komisi Pemilihan Umum .
Kondisi obyektif di elit politik memang sudah memprihatinkan ,segala bentuk sarana dan prasaran digunakan untuk menggiring opini pasangan Capres – cawapres tertentu .
Baca juga : DPP AWDI Ingatkan Presiden , Panglima TNI dan Kapolri Jangan Rakyat Jadi Korban dalam Pilplres
Pengiriman kertas suara juga perlu mendapatkan perhatian ekstra . Karena kemungkinan besar dugangan dilapangan akan terjadi pencoblosan di luar pemilu sangat kuat .
Setiap Tim TKN haruslah mempunyai cara dan metode tersendiri dalam mengawal suara capresnya ,karena diduga akan terjadi overcrowdit di KPU . Sehingga kertas suara yang dihitung harus sesuai dengan fakta yang di TPS masing – masing .
Masyarakat dan elit politik dihadapkan pada sebuah realitas poltik bahwa ada anak presiden yang ikut dalam kontestasi pilpres . Hal ini tentu akan mengganggu logika politik masyarakat , mungkin kah seorang Bapak tidak akan mendukung anaknya. Dan apakah dukungan seorang Bapak hanya berdoa saja ? . Ini adlah pertanyaan retorika belaka ?
Banyak sekali praduga masyarakat terhadap netralitas terhadap ASN dengan peta politik seperti itu . Akankah masyarakat melakukan cek dan recheck terhadap Aparatur Negara ?.
Ingat lah , DPP AWDI sebagai salah satu pilar demokrasi memberikan masukan dan mengingat kepada KPU agar on the track dalam penyelenggaraan pilpres 2024 . ( tim red )
