• Sun. Apr 19th, 2026

Jokowi Singgung Situasi Politik Saat Ini Macam Drakor

ByIM

Nov 7, 2023
Jokowi Singgung Situasi Politik

Jakarta, Intra62.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat bercanda singgung situasi politik nasional akhir-akhir ini yang membuat terlalu banyak drama Korea (Drakor) dan sinetron.

Berpolitik dengan melawan emosi. Pandangan itu diungkapkan Jokowi dalam pidatonya di acara unggulan HUT ke-59 Partai Golkar  di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Senin (6/11/2023) malam tadi.

Baca Juga: Jimly Menyinggung Soal Politik Yang Banyak Diperdebatkan

“Saya lihat akhir-akhir ini yang kita lihat  terlalu banyak drama, terlalu banyak drama Korea, terlalu banyak drama sinetron, kita menonton sinetron,” kata Jokowi, yang disambut lantang para tamu  yang hadir.

Pernyataan Jokowi tersebut seolah “menanggapi” pernyataan resmi Sekjen PDIP Perjuangan Hasto Kristiyanto yang mengatakan bahwa PDI Perjuangan saat ini sedang dalam mood yang buruk, sakit hati, dan pasrah setelah ditinggalkan oleh Jokowi.

“Kita semua sangat mencintai dan memberikan keistimewaan yang besar kepada Presiden Jokowi serta keluarganya, namun kita ditinggalkan,” ucap Hasto.

Pernyataan tersebut disampaikan Hasto setelah Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka didaftarkan ke KPU oleh Koalisi Indonesia Maju (KIM) sebagai calon wakil presiden mendampingi calon presiden Prabowo Subianto.

Jokowi menambahkan, dalam situasi saat ini, banyak sekali hal-hal non-subtansial yang berkembang dalam kehidupan. Jokowi Minta Politik Nasional Penuh Perang Ide. Oleh karena itu, demokrasi memberikan dampak positif terhadap kehidupan masyarakat.

“Soalnya kan pertarungan gagasan, harusnya menjadi pertarungan-pertarungan ide, bukan pertarungan perasaan. Jika yang terjadi pertarungan perasaan, kita semua kerepotan,” tegas Jokowi.

Jokowi pun bergegas menghentikan pernyataannya khawatir ada yang merasa tersinggung.

“Tidak usah saya lanjutkan, takutnya nanti malah kemana-mana,” ujar Jokowi yang disambut riuh tamu undangan yang hadir.

Jokowi menilai, kompetisi politik merupakan hal yang sudah biasa. Berjuang untuk memenangkan pemilu adalah hal biasa.

“Berkeinginan untuk menang itu wajar, berjuang wajar, tapi yang harus terus kita tunjukkan adalah kualitas demokrasi,” terangnya.

Namun yang terjadi saat ini tidak seperti yang diharapkan Jokowi. Menurutnya, terlalu banyak drama Korea, drama, dan serial drama dari masing-masing pihak.

Atas dasar itu, Jokowi menuntut tidak ada politik yang memecah belah. Semua pihak harus membangun demokrasi yang sehat.

“Demokrasi yang tidak memecah belah, demokrasi yang tidak memfitnah dirinya sendiri dan tidak memfitnah dirinya sendiri. Demokrasi yang ingin kita bangun adalah demokrasi yang konstruktif, menciptakan solusi permasalahan bangsa, menciptakan strategi  kemajuan bangsa,” pungkas Jokowi. (red/intra62)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/bonus-new-member/

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/

https://paudlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/