• Sun. Apr 19th, 2026

Densus 88 Melakukan Penangkapan Teroris di NTB

ByIM

Oct 20, 2023

NTB, Intra62.com – Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri melakukan penangkapan terhadap teroris di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB). Tiga tersangka jaringan teroris Anshor Daulah (AD) ditangkap di NTB.

“Tiga orang jaringan kelompok Anshor Daulah (AD) ditangkap di NTB,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Ahmad Ramadhan, Jumat (20/10/2023).

Baca Juga:  Sepakat! MoU Indonesia-Vietnam Kerja Sama Atasi Terorisme Hingga Narkoba

Jenderal polisi bintang satu itu belum mengungkap inisial ketiga tersangka teroris tersebut. Karena penyidik ​​Densus masih bekerja di lokasi kejadian untuk mengidentifikasi pelaku lainnya.

Penangkapan kelompok teroris AD tersebut terjadi pada, Kamis (19/10/2023) lalu di Sambas, Kalimantan Barat. Pria berinisial UH, 28 tahun, ditangkap Densus 88 Polisi Anti Teroris di Desa Semparuk, Kecamatan Separuk, Sambas.

Ramadhan mengatakan, pada pekan ini Densus 88 Anti Teroris Polri juga melakukan penegakan hukum terhadap pelaku kejahatan teroris di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel).

Sebanyak lima terduga teroris jaringan Jemaah Islamiyah (JI) ditangkap. Sebanyak 9 tersangka teroris yang tergabung dalam dua kelompok teroris berbeda (AD dan JI) ditangkap dalam satu pekan.

Ya, minggu ini penegakan hukum diterapkan di tiga wilayah dengan sembilan tersangka dari dua kelompok berbeda (AD dan JI), kata Ramadhan.

Ramadhan menambahkan, penyidik ​​Densus 88 Anti Teroris Polri masih mendalami dan menelusuri keberadaan tersangka lainnya sehingga belum bisa diketahui peran dan identitas tersangka yang baru ditangkap tersebut.

“Masih kita selidiki, masih kita selidiki apakah ada tersangka lain,” tutur Ramadhan.

Direktur Jenderal Polri Kombes Pol. Listyo Sigit Prabowo dalam seruannya untuk melancarkan Operasi Mantap Brata 2023-2024 mengatakan, untuk mengamankan pemilu 2024. Ia memerintahkan jajarannya untuk mencegah aksi terorisme dengan melakukan tindakan pre-emptive strike atau teknik pembendungan secara paksa. ukuran.

Langkah ini dilakukan agar peristiwa pemilu 2019 yang melibatkan enam aksi terorisme tidak terulang kembali pada pemilu 2024. Oleh karena itu, aparat Polri diminta serius menerapkan pencegahan terorisme.

Selain itu, perang antara Hamas dan Israel semakin sengit sehingga dapat mempengaruhi situasi di negara tersebut.

“Optimalkan tindakan preventif yang dapat menangkap pelaku teroris sebelum aksinya dilakukan, sehingga kita dapat memastikan dan meminimalkan penyebaran sekecil apa pun pada pemilu 2024,” kata Sigit, Selasa (17/10/2023). (merah/intra62)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/bonus-new-member/

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/

https://paudlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/