Jakarta , Intra62.com . Mentrans mendorong pentingnya teknologi sampah untuk menghasilkan energi nasional.
Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara berkomitmen untuk mendukung kemandirian industri nasional. Yaitu melalui transfer pengetahuan dan penguatan sumber daya manusia untuk mendorong pengembangan teknologi pengolahan sampah menjadi energi.
Di Jakarta, Minggu, Mentrans menyatakan, “Indonesia tidak cukup hanya menjadi pembeli teknologi dari negara lain. Tetapi juga harus mampu membangun kemampuan sumber daya manusia untuk menguasai, mengoperasikan, dan mengembangkannya secara mandiri.”
Setelah mengunjungi perusahaan Sanfeng Environment Group di Chongqing, Tiongkok. Yaitu yang mengembangkan teknologi pengolahan sampah menjadi energi (waste-to-energy), dia menekankan hal itu.
Iftitah melihat bagaimana Tiongkok mengembangkan kemampuan teknologi pengolahan sampah melalui pendidikan, penelitian, kerja sama internasional. Dan pengembangan industri secara bertahap selama kunjungan tersebut.
Iftitah menyatakan, “Kita juga ingin kerja sama yang terjalin tidak hanya menjual produk. Tetapi juga ingin masyarakat diberdayakan melalui transfer pengetahuan, dan kemudian mungkin transfer teknologi.”
Dia menyatakan bahwa pengalaman Sanfeng menunjukkan bahwa penguasaan teknologi membutuhkan investasi manusia dalam jangka panjang. Daripada hanya membeli mesin dan membangun fasilitas.
Sanfeng adalah salah satu perusahaan Tiongkok yang mengembangkan teknologi untuk menghasilkan energi listrik dari sampah perkotaan.
Perusahaan tersebut mulai menggunakan teknologi dari Jerman pada tahun 2000. Dan kemudian secara bertahap menjadi lebih mahir dalam rekayasa, membuat peralatan, membangun fasilitas, dan mengelola dan mengoperasikan instalasi pengolahan sampah.
Baca juga : JK: Wirausaha Muda dan Ahli Teknologi Dalam Menghadapi Ketidakpastian Global.
( Anisa red )
