Jakarta, Intra62.com – Menurut Menteri Perdagangan Budi Santoso, kenaikan harga kelompok cabai di beberapa daerah disebabkan oleh cuaca. Kemarau panjang mengurangi produksi.
“Memang, cabai rawit, kemudian cabai keriting, dan cabai rawit merah sedikit tumbuh.
Saat ditemui setelah Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa, Budi menyatakan bahwa itu karena faktor cuaca.
Hingga awal November 2026, harga cabai rawit merah rata-rata naik 23,72 persen menjadi Rp124.400/kg, jauh di atas Harga Acuan Pemerintah (HAP) sebesar Rp57.000/kg.
Harga cabai merah keriting kemudian naik sekitar 21,17% menjadi Rp101.900–Rp105.600 per kilogram. Harga cabai merah besar kemudian naik menjadi Rp91.250 per kilogram. Sementara itu, harga cabai rawit hijau turun tipis ke Rp52.500 per kilogram.
Meskipun demikian, Budi menyatakan bahwa harga beberapa komoditas pangan sebenarnya masih stabil secara nasional, tetapi distribusi yang tidak merata menyebabkan harga naik di beberapa tempat.
Pemerintah berusaha membantu pengiriman barang dari daerah yang mengalami surplus ke daerah yang membutuhkan.
Selain itu, dia mengatakan, “Walaupun demikian, kan tetap ada yang surplus, karena cabai ini diproduksi di daerah tertentu. Makanya kemarin yang kita lakukan adalah membantu pengiriman.”
Sebagai upaya menstabilkan harga, Mendag mengatakan pihaknya telah mengirimkan 7 ton cabai dari Jawa Timur ke Halmahera.
“Kemarin kita mengirim (cabai) ke Halmahera, ya, kan kita mengirim 7 ton dari Jawa Timur, karena Jawa Timur kekurangan cabai. Jadi kerja sama kita dengan Bappanas, kerja sama dengan BI dan pemerintah daerah,” tambahnya.
Ia mencontohkan bahwa upaya serupa juga dilakukan untuk komoditas telur ayam ras. Pasokan telur secara nasional masih terlalu banyak, tetapi harga di beberapa tempat menjadi terlalu tinggi karena kendala distribusi.
Menurut Budi Santoso, harga rata-rata nasional untuk telur adalah Rp26.400 per kilogram, dengan harga acuan Rp30.000. Artinya, meskipun ada beberapa daerah di mana distribusinya sulit, harganya naik. Oleh karena itu, kami akan mengirimkan telur ke daerah dengan harga lebih tinggi sehingga harganya stabil.
Harga cabai rawit merah tercatat sebesar Rp90.850/kg pada 3 November 2026, turun 9,47 persen dibandingkan hari sebelumnya, menurut data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) Bank Indonesia.
Cabai rawit hijau seharga Rp74.750/kg, turun 6,21%, sedangkan cabai merah keriting seharga Rp85.100. Harga cabai merah besar turun 7,35% menjadi Rp67.400/kg.
Dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (2/10), Ateng Hartono, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, menyatakan bahwa kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami inflasi sebesar 0,51 persen, dengan andil sebesar 0,15 persen terhadap inflasi umum.
Ateng mengatakan bahwa komoditas yang dominan mendorong inflasi pada kelompok ini, terutama cabai merah dengan andil inflasi sebesar 0,13 persen. Selanjutnya adalah cabai rawit dengan andil inflasi sebesar 0,05 persen, dan tomat dengan andil inflasi sebesar 0,04 persen.
Baca Juga : Gubernur Sumut: Muktamar Ke-49 Muhammadiyah Berpengaruh Pada Ekonomi Daerah
( Red )
