• Wed. Oct 14th, 2026

Konflik Riyadh Menghalangi Ratusan Jamaah Umrah Dari Tangerang Untuk Berangkat

ByLia Uyee

Oct 14, 2026

Jakarta, Intra62.com – Sejak serangan terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, ratusan jamaah umrah dari Kabupaten Tangerang, Banten, menunda keberangkatan ke Tanah Suci, menurut Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj).

Menurut Abdullah Hasyim, kepala Kantor Kemenhaj Kabupaten Tangerang, pada Rabu, sekitar 400 jemaah umrah mengalami penundaan penerbangan karena kebijakan penyesuaian rute transit.

Dia menjelaskan, “Data ini sifatnya dinamis. Secara keseluruhan, ada sekitar 400 jemaah yang terdampak pembatalan atau penundaan penerbangan transit (secara indirect).”

Ia menyatakan penundaan pemberangkatan jamaah umrah karena penyesuaian atau pengubahan rute transit penerbangan khusus yang ditujukan untuk perjalanan transit (indirect flight) di wilayah yang bermasalah, seperti Bandara King Khalid di Riyadh. Untuk mengantisipasi dan memastikan keamanan para jamaah, penundaan ini dibuat.

Namun, Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) memastikan bahwa penerbangan langsung menuju Makkah dan Madinah dapat dilakukan dengan lebih hati-hati, sehingga proses keberangkatan tetap dapat dilakukan.

Abdullah menyatakan bahwa mereka terus memantau perjalanan jemaah dari Kabupaten Tangerang setelah adanya informasi serangan di Riyadh.

Abdullah menegaskan bahwa jemaah yang terdampak akan mendapat jaminan penuh sesuai amanat undang-undang yang wajib dilaksanakan oleh setiap PPIU. Oleh karena itu, travel umrah diminta aktif bekerja sama dengan Kemenhaj di tingkat pusat, Kanwil Banten, dan kabupaten. Kemenhaj Kabupaten Tangerang juga mengimbau jemaah untuk tetap tenang dan terus memantau perkembangan informasi resmi dari biro perjalanan masing-masing.

Kemenhaj Kabupaten Tangerang juga mengimbau jemaah untuk tetap tenang dan memantau perkembangan informasi resmi dari biro perjalanan masing-masing. “Kami mengimbau jemaah untuk tetap berkomunikasi intensif dengan pihak PPIU, memantau situasi terkini, tetap tenang, dan senantiasa berdoa agar perjalanan ibadah berjalan aman hingga kembali ke Tanah Air,” katanya.

Sampai saat ini, tidak ada jemaah umrah dari daerahnya yang tewas dalam serangan di Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi.

Dia menyatakan, “Dari sisi korban, alhamdulillah tidak ada, baik korban jiwa maupun luka-luka. Namun dari sisi administratif, pemerintah hadir untuk memastikan keselamatan warga negara melalui sejumlah kebijakan dan himbauan.”

Baca Juga : Pertamina Memulai Pengeboran Eksplorasi Sumur Di kalimantan Utara

( Red )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/bonus-new-member/

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/

https://paudlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/