Jakarta, Intra62.com – Andi Amran Sulaiman, kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), memastikan bahwa cadangan beras pemerintah (CBP) mencapai 4,5 juta ton setelah persiapan selama dua tahun untuk menghadapi kekeringan dan ancaman El Niño ekstrem.
Pemerintah telah mengantisipasi dampak fenomena El Niño yang kuat sejak awal, sehingga stok cadangan beras pemerintah sekarang berada pada tingkat yang aman untuk menjaga ketahanan pangan nasional.
Pemerintah Indonesia telah meningkatkan cadangan pangan pemerintah (CPP) sejak dua tahun lalu untuk mengantisipasi dampak El Niño dan Indian Ocean Dipole (IOD), yang berpotensi mengurangi curah hujan.
Baca Juga : Presiden Prabowo : Inovasi di bidang pangan dan energi, Briket Arang
Menurut catatan Bapanas, stok CBP Indonesia saat ini mencapai 4,5 juta ton, meningkat hingga 200 persen dibandingkan Oktober dua tahun sebelumnya, ketika stok CBP Indonesia berada di 1,51 juta ton.
Produksi beras dalam negeri sepenuhnya bertanggung jawab atas peningkatan stok CBP hingga 200 persen selama dua tahun tersebut. Namun, pemerintah juga memastikan bahwa produsen dan penggilingan beras swasta tidak tersisihkan karena daya serap gabah atau setara beras.
Optimis, Indonesia dapat mencapai swasembada pangan yang berkelanjutan pada tahun 2026. Selain itu, musim penghujan diperkirakan akan kembali ke Indonesia dalam waktu dekat.
( Red )
