Jakarta, Intra62.com – AirNav Indonesia, yang juga dikenal sebagai Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI), kembali menerbitkan NOTAM untuk menyatakan penutupan operasional penerbangan sementara di Bandara Wunopito di Lewoleba, Nusa Tenggara Timur, sebagai akibat dari sebaran abu vulkanik Gunung Lewotolok.
Di Tangerang, Rabu, Hermana Soegijantoro, EVP of Corporate Secretary AirNav Indonesia, menyatakan bahwa Bandara Wunopito (WATW) masih berstatus CLOSED karena abu dari Gunung Lewotolok.
Dia menyatakan bahwa penutupan diperpanjang mulai Rabu, 9 September 2026, pukul 07.18 WITA, hingga kira-kira pukul 07.00 WITA, Kamis, 10 September 2026.
Ia menyatakan bahwa NOTAM baru menggantikan NOTAM sebelumnya, yaitu C1134/26 NOTAMR C1106/26, yang berfungsi sebagai sumber informasi tentang penutupan Bandara Wunopito.
Dalam situasi ini, AirNav Indonesia akan terus memantau kondisi ruang udara dan penyebaran abu dari letusan Gunung Lewotolok.
Menurutnya, informasi keselamatan penerbangan akan terus diperbarui sesuai perkembangan kondisi aktual dan informasi aeronautika.
Selain itu, AirNav Indonesia terus bekerja sama dengan pemangku kepentingan penerbangan untuk memastikan bahwa informasi tentang kondisi ruang udara dan layanan navigasi penerbangan disampaikan dengan cepat.
Baca Juga : PT Angkasa Pura Indonesia Hari ini, Penerbangan Dari Soetta Ke Halim Kembali Beroperasi
( Red )
