Jakarta, Intra62.com – Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa bumi bermagnitudo (M) 5,3 mengguncang daerah selatan Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Menurut BMKG, ini disebabkan oleh aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia, yang berada di bawah Lempeng Eurasia.
Menurut rilis tertulis yang diterima di Cilacap, Jumat siang, Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, gempa terjadi pada pukul 12.05.02 WIB dengan magnitudo 5,3 dan kedalaman 69 kilometer.
Dia menyatakan bahwa pusat gempa bumi berada di koordinat 8,27 derajat Lintang Selatan dan 109,02 derajat Bujur Timur, atau tepatnya di laut 59 kilometer selatan Kota Cilacap, Jawa Tengah.
Dia menyatakan bahwa gempa tersebut tidak berpotensi menyebabkan tsunami, berdasarkan hasil pemodelan tsunami.
Menurut lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa tersebut diklasifikasikan sebagai jenis gempa bumi menengah karena aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia di bawah Lempeng Eurasia.
Dia menyatakan bahwa gempa dirasakan di sejumlah wilayah di Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur, berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan (shakemap) dan laporan masyarakat.
Di Bantul, Cilacap, Kebumen, Purwokerto, dan Kulonprogo, gempa dirasakan dengan intensitas III Modified Mercalli Intensity (MMI).
Dia mengatakan bahwa pada skala ini, getaran terasa nyata di dalam rumah dan terasa seperti truk berlalu.
Dia menyatakan bahwa gempa dengan intensitas II-III MMI dirasakan di Pangandaran, Jawa Barat; guncangan dirasakan pada skala II MMI di Pacitan, Sleman, dan Wonogiri.
Ia menyatakan bahwa hingga pukul 12.40.02 WIB, hasil pemantauan BMKG belum menunjukkan gempa bumi tambahan atau aftershock.
Dia juga menyatakan bahwa orang-orang harus menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa bumi untuk menghindari risiko keselamatan.
Baca Juga : Orang Utan Sempurna Meninggal Karena Asap
( Red )
