Jakarta, Intra62.com – Kementerian Kehutanan ( Kemenhut ) mengumumkan kematian satu orang utan kalimantan (Pongo pygmaeus) bernama Sempurna. Dia sebelumnya ditemukan di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, dan mengalami gangguan pernapasan yang diduga akibat paparan asap.
Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat, Murlan Dameria Pane, mengungkapkan kesedihan atas kematian Sempurna dan berterima kasih kepada semua orang yang melaporkan keberadaan satwa tersebut setelah upaya penyelamatan dimulai pada 30 Agustus 2026.
Tim BKSDA Kalimantan Barat bersama YIARI segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa setelah menerima laporan dari masyarakat. Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan satwa dan faktor-faktor yang diduga berkontribusi pada kematiannya, kata Murlan.
Murlan mengatakan bahwa nekropsi yang dilakukan pada 1 September 2026 menunjukkan adanya perubahan patologis pada beberapa organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal, untuk mengetahui kondisi kesehatan dan kemungkinan penyebab kematian.
Berdasarkan riwayat kondisi klinis dan hasil pemeriksaan, perubahan patologis yang terjadi pada paru-paru diduga disebabkan oleh paparan asap, yang dapat mengganggu fungsi paru-paru dan menyebabkan hipoksia akut, kondisi di mana tubuh kekurangan oksigen.
Baca Juga : BKSDA Kalbar: Asap Karhutla Menyebabkan Orang Utan Jantan Lemas
( Red )
