Jakarta, Intra62.com – BI percaya bahwa perluasan QRIS akan memudahkan transaksi dan mendorong UMKM untuk lebih dekat dengan ekosistem ekonomi dan keuangan digital. Hingga Juni 2026, QRIS akan digunakan oleh 65,77 juta pengguna dan 44,86 juta penjual, dengan 96,68 persen di antaranya adalah UMKM, menurut Bank Indonesia (BI).
Di Jakarta, Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta menyatakan, “QRIS bukan lagi sekadar alat pembayaran digital yang cepat, mudah, murah, aman, dan handal, tetapi QRIS sudah menjadi pintu masuk utama, entry point, bagi UMKM ke dalam ekosistem keuangan digital.”
Di tengah pesatnya perkembangan ekonomi digital, transformasi digital dianggap semakin penting untuk meningkatkan produktivitas, memperluas pasar, dan mendorong UMKM naik kelas.
Dengan demikian, BI terus mendorong UMKM untuk beralih ke digital melalui tiga strategi utama: e-farming yang memanfaatkan digital farming untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas, e-commerce yang memanfaatkan digital onboarding UMKM untuk meningkatkan akses pasar digital, dan e-financing yang memanfaatkan Sistem Informasi Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan (SIAPIK) untuk meningkatkan pencatatan laporan keuangan dan akses ke pembiayaan.
Untuk mendorong transformasi dan daya saing UMKM, Filianingsih menekankan pentingnya penguatan ekosistem inovasi digital.
Baca Juga : BRI Insurance Menerima Penghargaan Kinerja Terbaik di Penghargaan Asuransi 2026
( Red )
