Jakarta, Intra62.com – Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), distribusi Pertalite saat ini tetap berjalan seperti biasa karena rencana pembatasan Pertalite untuk desil 9 dan 10.
“Ya, pembatasan pertalite masih dibahas,” kata Bahlil saat ditemui di sela-sela acara Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2026 di Jakarta, Rabu.
Oleh karena itu, aturan yang saat ini berlaku untuk bus dan truk adalah 200 liter Pertalite per hari, dan untuk kendaraan roda empat adalah 50 liter per hari.
Dalam kesempatan ini, ia mengingatkan bahwa Pertalite ditujukan untuk mereka yang berhak atas subsidi energi, dan Bahlil meminta agar masyarakat yang sudah mampu menggunakan bahan bakar minyak nonsubsidi.
Bahlil menyatakan, “Orang kaya dan mampu jangan mengambil hak rakyat. Subsidi itu ya untuk saudara-saudara kita yang berhak menerimanya.”
Menurut Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa, sistem Pertamina memiliki kapasitas untuk membatasi subsidi bahan bakar minyak (BBM), khususnya Pertalite, secara bertahap.
Ia menyatakan bahwa pengurangan subsidi BBM dapat dicapai dengan menghentikan masyarakat masuk desil 9 dan 10 membeli Pertalite. Sebaliknya, masyarakat masuk desil 9 dan 10 harus membeli BBM yang tidak disubsidi.
Baca Juga : Bahlil Akan Bahas TransJakarta Berbasis Hidrogen Dengan Gubernur DKI
( Red )
