Jakarta, Intra62.com – Komandan Kodim (Dandim) berbicara tentang kematian Babinsa Karangrejo Sersan Kepala Putu Menaka yang dikabarkan meninggal dunia beberapa waktu lalu setelah menikmati minuman keras.
Dalam konferensi pers yang diadakan Jumat sore di Markas Kodim 0824 Jember, Indra menyatakan, “Bahwa Serka Putu, anggota Babinsa Karangrejo, Koramil Sumbersari, meninggal dunia di Rumah Sakit Baladhika Husada karena henti jantung (cardiac arrest) dengan diagnosa hipertensi.”
Menurutnya, hasil resume medis yang dapat dipertanggungjawabkan dari RS Baladhika Husada menunjukkan bahwa berita yang menyatakan bahwa kematian Babinsa karena konsumsi alkohol tidak benar.
Karena masih menunggu hasil penyelidikan tambahan dan mengumpulkan keterangan dari beberapa saksi, Dandim Indra tidak dapat memberikan jawaban pasti saat ditanya tentang kedatangan Serka Putu ke tempat pesta minuman keras.
Kami perlu melakukan penyelidikan tambahan agar kami dapat memberikan informasi akurat dan tetap menunggu hasil penyelidikan. Berdasarkan resume medis, kami dapat menentukan penyebab kematian mereka,” katanya.
Menurut Dr. Deny Febriwijaya R., dokter jaga RS Baladhika Husada Jember, pasien Putu tiba di rumah sakit pada Minggu (28/12) pukul 20.48 WIB dengan keluhan sesak napas, dan petugas memberikan penanganan oksigenasi.
Pasien Putu akhirnya dibawa ke ruang ICU karena berbagai keluhannya, dan kondisinya memburuk secara dramatis selama perawatan di ruang ICU. Pasien dinyatakan meninggal dunia pada pukul 23.01 WIB.
Dia menyatakan bahwa pasien Putu meninggal dunia karena serangan jantung akibat hipertensi krisis dan sesak napas. Itu yang bisa kami sampaikan tentang pasien Putu.
Sebuah laporan sebelumnya dari Kepolisian Resor Jember menyatakan bahwa dalam pesta minuman keras yang berlangsung dari Sabtu (27/12) malam hingga Minggu (28/12) dini hari, delapan orang menjadi korban.
Setelah peserta berinisial MM meninggal di RSD dr Soebandi Jember pada Selasa malam, 30 Desember, enam orang telah meninggal akibat pesta minuman keras.
Baca Juga : BPBD Agam: 188 Korban Meninggal Dunia Dan 72 Orang Masih Hilang.
(Red).
