Jakarta, Intra62.com – Sebuah jalan provinsi yang menghubungkan Kota Padang ke Bukittinggi melalui Malalak tertimbun longsor di Balingka, Kecamatan Ampek Koto, pada Senin, menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar).
Di Lubuk Basung, Senin, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Agam Abdul Ghapur mengatakan, “Tanah longsor menutupi ruas jalan, sehingga tidak bisa dilalui kendaraan.”
Tumpukan tanah longsor setinggi 50-100 cm dan panjang 15-20 meter, katanya.
Abdul Ghapur menyatakan, “Kami sudah berkoordinasi dengan pihak pemerintah provinsi terkait longsor tersebut.”
Selain di Balingka, jalan provinsi yang menghubungkan Palembayan ke Palupuh juga amblas pada Senin, 24 November, di Jorong Bateh Gadang, Nagari (Desa) Pagadih, Kecamatan Palupuh. Kondisi jalan rusak sehingga kendaraan roda empat tidak dapat melewatinya, dan tanda peringatan akan dipasang.
Selanjutnya, longsor menyebabkan kerusakan pada badan jalan nasional yang menghubungkan Bukittinggi ke Kota Medan di Sumatera Utara, tepatnya di Simpang Patai, Jorong Sipisang, Nagari Nan Tujuah.
Dia menjelaskan, “Kami telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Sumbar dan Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) terkait kedua lokasi longsor tersebut.”
Tanah longsor juga terjadi di Jorong Limo Badak, Nagari Malalak Timur, Kecamatan Malalak. Jalan tidak dapat dilalui karena pohon tumbang menutupi jalan.
Abdul Ghapur menyatakan, “Kami telah menurunkan anggota untuk membersihkan material pohon tumbang.”
Tanah longsor dan pohon tumbang terjadi sebagai akibat dari curah hujan yang cukup tinggi dari 22 hingga 24 November 2025. Akibatnya, bencana alam seperti tertimbun longsor, pohon tumbang, banjir, dan lainnya terjadi di beberapa kecamatan di wilayah tersebut.
Jadi, dia meminta orang untuk lebih waspada saat melewati daerah rawan longsor dan mengungsi segera setelah air naik.
Baca Juga : KPK mulai memanggil saksi dalam kasus pemerasan di Provinsi Riau.
(Red).
