Jakarta , Intra62.com . Selamat Pagi Indonesia , Sekjend AWDI Balham Ajak Lembaga Survey Profesional & Jika Bangun Opini menyesatkan ” cuekin aja ” . Sebagai hasil survey terhadap elektabilitas Capres dan terlepas apapun metode kerja nya diharapkan bebas nilai dan profesional , ” jelas Balham wadja SH ,Rabu ( 20/20/2023 ).
Lembaga survey sebagai alat komunikasi publik yang cukup efektik mempengaruhi psikologi massa . Tim sukses Capres berusaha brain wash kepada masyakarat tentang informasi survey Elektabilitas masing-masing Paslon .
Tidak hanya lembaga survey kelas Nasional yang ikut meramaikan jagat survey . Namun juga Media asing yang juga mensoroti atas potensi hasil survey juga memberikan warna dalam pembenaran hasil tersebut . Hal yang unik setiap hasil survey dari Lembaga nasional/media dan atau media asing yang unggul bisa dipastikan paslon Nomor urut yang itu-itu saja .
Perilaku hasil jejak pendapat ini sangat membahayakan dalam proses justifikasi hasil perhitungan cepat atau quick account atau perhitungan manual .
Baca juga : Keamanan siber KPU Cegah Ancaman Hacker Di pemilu 2024
Banyak netizen yang sudah cerdas tidak begitu mempercayai hasil survey absolutly . Bahkan sikap apriori justru ditunjukkan oleh pelaku pegiat medsos . Hal ini menunjukkan data survey yang mestinya independen malah kelihatan by order . Dan anehnya masing-masing Lembaga survey menyatakan tidak bayaran oleh pihak manapun .
Kepercayaan publik terhadap lembaga survey sudah tidak begitu yakin ada kebenaran data di situ . Dialektika membangun opini ini sangat perlu diwaspadai . Karena bisa menimbulkan effect psycologi massa , dimana seolah-olah di alam bawah sadar adalah pasangan capres seperti hasil survey . Padahal dalam dinamika debat , postur dan wawasan intelektual telah terlihat bersama siapa yang berkualitas .
Sehingga wajar apabila Asosiasi Wartawan Demokrasi indonesia ( AWDI ) di bawah komando Sekjend Balham Wadja SH sangat peduli dengan ‘ suara kebenara ” sesuai jargon AWDI . Silakan survey dengan data yang benar dan independen . Karena dalam peribahasa jawa ada ungkapan ” becik ketitik olo ketoro ” , ‘ ungkapnya .
( tim red ) .
