• Sun. Jul 26th, 2026

Lingkungan akan membentuk kepribadianmu

ByAF

Nov 11, 2023

Jakarta , Intra62.com . Lingkungan akan membentuk kepribadianmu  . Sekelompok peneliti melakukan percobaan pada sebuah halte tempat orang-orang berkumpul menunggu transportasi umum. Mereka semua tidak saling mengenal satu sama lain.

Kemudian seorang lelaki yang berada di tengah-tengah mereka tertawa sendiri. Awalnya orang-orang tersebut hanya memandangi sekilas si lelaki dengan tatapan heran bagaimana bisa tertawa tanpa sebab.

Namun dia tetap saja tertawa lepas dan bahagia. Aktingnya benar-benar berjalan mulus, sehingga orang-orang mulai terpancing untuk sedikit senyum-senyum dengan kejadian itu.

Lama kelamaan beberapa di antara mereka ikut tertawa bahkan ada yang sampai terkekeh-kekeh tanpa tahu apa penyebabnya. Mereka hanya melihat seorang lelaki yang sedang tertawa bahagia, tanpa disadari mereka juga seolah merasakan kebahagiaan tersebut.

Baca juga : Malang Night Paradise Wisata Malam Terbesar di Jawa Timur

Penelitian ini dilakukan untuk membuktikan satu hal, bahwa kebahagiaan itu menular! Jika kita berkumpul dan berdekatan dengan orang yang sedang bahagia, kita juga seakan hanyut dalam kebahagiaan yang ia rasakan.

Emotions are contagious. Choose carefully. Your environment will become you.

Demikianlah orang-orang barat berkata. Bahwa emosi itu menular, maka pilihlah lingkungan dengan bijak. Keadaan orang-orang di sekeliling kita, lambat laun akan menjadi keadaan diri kita sendiri.

Pilih lah Lingkungan yang punya energi Positif

Jika berada di tengah kelompok yang bersemangat maka kita akan ikut semangat. Energi positif mereka mengalir ke dalam diri kita bagaikan aliran listrik yang merambat kepada benda-benda konduktor di sekitarnya.

Sebaliknya ketika kita berada di antara orang-orang yang pandai mengeluh, mudah menyerah, maka jangan salahkan siapa-siapa jika diri kita lambat laun juga menjadi pribadi yang pesimis. Karena energi negatif juga sama menularnya.

Jangankan manusia, bahkan Iblis saja karena dikelilingi oleh para malaikat maka ia dianggap sebagai bagian dari kelompok malaikat juga. Oleh sebab itu Allah tidak memanggil Iblis dengan panggilan tersendiri, namun digabungkan dengan panggilan-Nya kepada malaikat.

وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ أَبَىٰ وَاسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكَافِرِينَ

“Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kalian kepada Adam,” maka mereka bersujud kecuali Iblis, ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan yang kafir.”

(Surat Al-Baqarah: 34)

Namun Iblis yang sifatnya sudah seperti malaikat itu akhirnya kalah dengan kesombongannya sendiri, sehingga ia dikeluarkan dari golongan malaikat.

Demikianlah bukti bahwa lingkungan memang berpengaruh. Bersikaplah selektif dengan medsos yang kita ikuti, buku yang kita baca, dan orang-orang yang sering berinteraksi. Energi mereka akan menular kepada kita. (* red )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/bonus-new-member/

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/

https://paudlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/