Bogor , Intra62.com . Aborsi susah dibrantas karena ada order dari sekte Pemuja setan . Ini dijadikan tema editaorial intra62.com pada pekan ini 5/11/2023 . Menilisik kegiatan Aborsi tentunya sangat membahayakan nyawa manusia terutama Ibu kandung dan bayi dalam kandungan .
Menurut UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, yaitu aborsi adalah tindakan yang dilarang, dan dikecualikan jika ada indikasi kedaruratan medis. Di sini jelas bahwa kegiatan Aborsi adalah tindakan yang melawan hukum apabila tidak ada alasan medis yang mengizinkan .
Terlepas dari UU diatas , problem sosial ditengah marak masyarakat cenderung pragmatis . Dan menggunakan pihak Ketiga dalam hal ini dukun santet dan pemuja setan lainnya .
Dari data yang dikumpulkan , ternyata rata-rata pasien aborsi itu atas inisiatif pihak perempuan . Dan mereka berprofesi sebagai pelajar, mahasiswa, dewasa yang belum memiliki status perkawinan, dan juga korban pemerkosaan.
Tapi yang unik adalah aborsi ini ada pesanan dari pihak ketiga yang berkalaborasi dengan sekte pemuja setan . ini gerakan underground di Jakarta dan kota – kota besar lainnya .
Baca juga ; Nyeri Haid Waspada Tanda-tanda Miom, Simak Gejalanya
Dari berbagai narasumber yang ditelisik awak media intra62 dalam sepekan ini . Ternyata ada korelasi antara kegiatan aborsi dengan sekte pemuja setan yang belakangan sempat viral di jakarta . Lalu untuk merek membutuhkan anak bayi lahir prematur tersebut ? .
Karena darah segar dan bayi tersebut akan digunakan sebagai umpan ke pihak pemuja setan . Sehingga diharapkan kepentingan bisa terwujud memlaui jalan pintas ini . Ini semua terkait terkait keinginan dan cita-cita yang sifat instan , baik keinginan menjadi kaya , menjadi pejabat atau menjadi terkenal .
Pemuja setan membutuh darah segar sebagai katalisator untuk mempercepat kegiatan yang melanggar tersebut . inilah polemik dan fenomena yang terjadi kebanyakan di masyarakat .
Sehingga dengan adanya siklus keinginan yang instan itu ,susah sekali pihak kepolisian untuk mentuntaskan segala permasalahan yang mendasar di tengah – tengah masyarakat . ( red )
