• Thu. Jun 4th, 2026

Bencana Di Lampung Terjadi Berapa Kali?

ByIM

Aug 22, 2023
Bencana Di Lampung Terjadi

Lampung, Intra62.com – Bencana di lampung terjadi berapa kali, menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung. Memprediksi terdapat 31 bencana terjadi dari 1 Januari hingga Agustus 2023.

“Catatan yang ada di kami, jumlah kejadian bencana pada bulan Januari hingga Agustus 2023 ada 31 kejadian bencana alam,” kata Kepala BPBD Kabupaten Lampung Selatan Heri Bastian, Senin, (21/8/2023).

Baca Juga: Bencana Telah Mengguncang Hawaii

Diungkapkan bencana alam yang sering terjadi di Kabupaten Lampung Selatan tersebut. Antara lain seperti, cuaca ekstrem, angin puting beliung, dan petir.

“Puting beliung (angin kencang) terjadi 20 kali, banjir 4 kali, tanah longsor 2 kali, tersambar petir 5 kali,” ujar Heri Bastian.

Heri menyebutkan bencana alam yang sering terjadi yakni dampak dari cuaca ekstrem. Pihaknya telah mendata sebanyak 20 kali kejadian angin kencang yang mengakibatkan kerusakan pada rumah warga.

“Sudah sering terjadi angin kencang di Lampung Selatan, sampai merusak puluhan rumah warga,” ucapnya.

Di bulan Juli 2023, pihaknya telah menangani kasus bencana alam berupa rumah roboh karena cuaca ekstrem.

“Ada dua tempat rumah yang roboh, kami catat Juli lalu, yaitu rumah pertama di kecamatan Candipuro, rumah warga bernama Herman rusak parah, kemudian rumah. Rumah Andi Nasution di kecamatan Tanjung Bintang sedang-sedang saja. rusak,” kata Heri.

BPBD mencatat 69 bencana pada 1 Januari hingga Juli 2023 di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung

Mirza Sahri selaku Kepala BPBD menjelaskan bahwa bencana alam yang sering terjadi di Pesisir Barat adalah gempa bumi dan kondisi cuaca ekstrim.

“Gempa bumi dan bencana alam yang sering terjadi di daerah ini terjadi hingga 30 kali. Kondisi cuaca ekstrem terjadi 26 kali, dan di tempat lain terjadi banjir, tanah longsor, kebakaran 8 kali serta tsunami,” kata Mirza, di Krui, Sabtu.

Mirza menjelaskan, bencana yang biasa terjadi antara lain kondisi cuaca ekstrem, di mana pihaknya telah mendokumentasikan orang-orang hilang di laut. Mulai dari nelayan, wisatawan hingga mahasiswa peserta Konferensi Kerja Lapangan (KKN) yang hilang diterjang ombak.

“Jika dilihat dari data awal tahun sampai saat ini, itu ada 5 kasus orang hilang, mulai dari nelayan hingga mahasiswa KKN,” kata Mirza.

Mirza menyatakan dari semua kasus orang hilang di Pesisir Barat, semua korban ditemukan dalam keadaan tak bernyawa.

“Semua korban sudah tidak bernyawa, terakhir bulan Juli ada dua korban yang merupakan mahasiswa KKN dari Itera dan seorang nelayan,” jelasnya.

BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. Terutama saat beraktivitas di luar ruangan, dan mengikuti informasi dari sumber resmi informasi bencana (BMKG).

BPBD juga meminta kepada seluruh masyarakat dan nelayan yang beraktivitas di perairan laut daerah itu agar selalu waspada akan potensi cuaca buruk. Seperti angin kencang, sambaran petir, dan gelombang tinggi. (red/intra62)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/bonus-new-member/

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/

https://paudlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/